Pages

Monday, March 28, 2016

Satu entiti yang dipanggil P.E.R.E.M.P.U.A.N

Perempuan      
Duhai..
Siapakah kau ini??         
Jika jadi anak, ia adalah bidadari kecil ayah bunda            
Permata yang siang malam dijaga keduanya..        
              
Jika jadi pasangan, ia adalah kesenangan terindah             
Surga untuk pasangannya di dunia..        
              
Jika jadi orang tua, waahh              
Surga itu telah berpindah ditelapak kakinya       
Ia bawa kemana-mana ...        
              
Nabi pun membilangnya sebagai tiang 
Tatkala kehidupan adalah bangunan     
              
Ya, engkaulah tiang itu 
Engkaulah perempuan..              
              
Perempuan adalah tiang negara,
 Jika perempuan baik, baiklah negaranya. 
 Jika perempuan rusak, hancurlah negaranya
              
Engkaulah tiang dalam bangunan rumah tanggamu        
Engkaulah sandaran bagi dinding, pintu, atap & jendela
              
Nabi selalu benar memilih istilah kata   
Karena dirumahmu, semua urusan kepadamu bertumpu            
Maka, sebagai tiang kau harus kuat tak tergoyahkan     
Sebagai sandaran kokohmu adalah karang dilautan        
Tidak rentan diterjang angin &badai      
              
"Tapi aku tak sekuat itu" ; Katamu              
"aku tak berdaya menghadapi kebrutalan dunia ini"      
"Zaman semakin menggerusku, bebannya melumatku hingga luluh"  
"Aku begitu lemah, aku tertindas, teraniaya" ; Katamu pula.          
              
Tunggu, wahai perempuan        
Kau lupa,            

Ada Allah dalam hidupmu, yg siap menanggung segala keluh
Ada Allah dalam harimu, sumber kekuatan yg penuh     
Ada Allah dalam hatimu, jika kau serahkan pada-Nya segala sesuatu, 
Allah akan menjaganya hingga utuh. 

Maka, dalam tiap gerimis kesedihan          
Hanyutkan dirimu dalam dzikir panjang malammu
Dalam tiap kerikil tajam dijalanan, benamkan wajahmu dalam sujud kepasrahan       
Dalam tiap duka yg menyapa, hanyutkan airmata mu dalam sungai kasih-Nya              
Dalam tiap nestapa, larutkan pahit airmatamu dalam manis cinta-Nya             
Dan dalam tiap kelabu langitmu,  
Panggillah nama-Nya    
Allah.. Allah.. Allah..      
Dan tunggulah,
Hingga Ia merubah mendungmu menjadi pelangi di gelap malam.

PUISI BY USTAZAH HALIMAH AL 'AYDRUS

16 comments:

  1. Merenung kembali dlm diri kakak ini sebaik membaca bait-biat indah yg dititipkan.
    Sangat bertepatan dan menusuk dlm hati..

    ReplyDelete
  2. ternganga membacanya..ingat Huda yang tulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... hebat sgt kot ... adoii...hihihi

      Delete
  3. wow..hebat sungguh puisi ni..lengkap sekali..padaMu aku bersujud..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan kak... bergetar rasa hati masa dengar ustazah ni berpuisi...

      Delete
  4. Dari perempuan untuk perempuan,..

    ReplyDelete
  5. ala tuk pompuan je ker..? gegurl ada tak? ehhhh! hahaha :p

    ReplyDelete
  6. Anw mummy suka poem ni.. terbaekk!. Simple tp penuh maksud...

    ReplyDelete
  7. Perempuan yang penuh kelembutan mcm Cik Manisah sesuai dgn puisi ni hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... tak layak kita wahai mak....
      kita ni gangstar.... huhuhu...

      Delete
  8. terfikir, perempuan ni sentiasa diklasifikasikan sebagai lemah...tapi bagaimana mampu mereka ini juga yg menggoncang dunia?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... errr speechless... tak de jawapan buat masa ni sis...
      perlukan talian hayat neh ...

      Delete

Nak Komen?
Silakan.Moga beri komen yang bermanfaat. Setiap yang kita tulis Allah akan nilai.Betul tak? (*_*)