Wednesday, November 11, 2009

Harus

Menyayi ini sebernarnya jatuh dalam hukum HARUS.
Kamu tahu apa maknanya HARUS? (tanya en.boss) then tanpa aku menjawabnya en.boss menyambung;
HARUS ialah yang boleh dilakukan tetapi adalah lebih wajar dicari alternatif lain yang lebih baik.

SUNAT itu adalah sesuatu yang lebih baik dilakukan daripada ditinggalkan.
MAKHRUH adalah sesuatu yang lebih baik ditinggalkan daripada dilakukan
HARAM ialah mesti ditinggalkan.
WAJIB ialah yang mesti dilakukan.

Maka, HARUS berada di tengah–tengah nya di mana ianya boleh dilakukan sekiranya tidak mempunyai alternatif lain tetapi adalah lebih wajar dicari alternatif lain sekiranya ada.

Contoh, makan daging khinzir itu adalah HARAM hukumnya tetapi dalam keadaan darurat yang terlampau / sehingga berada diambah maut (mungkin) adalah dibolehkan memakannya sekadarnya sahaja bukan sehingga kenyang.

Begitu juga menyanyi. Ianya dibolehkan sebagai hiburan tetapi sekiranya ada alternatif lain ianya wajar ditinggalkan dan menggunakan alternatif lain yang lebih baik. Tapi sekarang keadaan dah banyak terbalik kan....

(sekian seadanya – tiba – tiba masa masuk bilik boss semalam ada discussion dia bagi knowledge sharing seketika – layan kan sahaja lah – thanks boss)

Monday, November 2, 2009

Orang kecil vs Orang Besar

Orang Kecil ialah orang yang memandang kecil kebaikan yang dibuat dan memandang kecil juga dosa yang dilakukan tidak kira sama ada kebaikan/ dosa itu besar apatah lagi kecil (pada anggapannya).

Orang Besar ialah orang yang memandang besar kebaikan yang dibuat dan memandang besar juga dosa yang dilakukan walaupun kebaikan/ dosa itu kecil.

”Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat dzarrah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)”
”Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarrah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)”
Surah Az-Zalzalah – ayat 7 - 8

Jadi, anda nak jadi orang kecil ker orang besar?

Thursday, October 29, 2009

Love vs Time

Once upon a time all feelings and emotions went to a coastal island for a vacation. According to their nature, each was having a good time. Suddenly, a warning of an impending storm was announced and everyone was advised to evacuate the island.

The announcement caused sudden panic. All rushed to their boats. Even damaged boats were quickly repaired and commissioned for duty.

Yet, Love did not wish to flee quickly. There was so much to do. But as the clouds darkened, Love realised it was time to leave. Alas, there were no boats to spare. Love looked around with hope.

Just then Prosperity passed by in a luxurious boat. Love shouted, “Prosperity, could you please take me in your boat?”
“No,” replied Prosperity, “my boat is full of precious possessions, gold and silver. There is no place for you.”

A little later Vanity came by in a beautiful boat. Again Love shouted, “Could you help me, Vanity? I am stranded and need a lift. Please take me with you.”
Vanity responded haughtily, “No, I cannot take you with me. My boat will get soiled with your muddy feet.”

Sorrow passed by after some time. Again, Love asked for help. But it was to no avail. “No, I cannot take you with me. I am so sad. I want to be by myself.”

When Happiness passed by a few minutes later, Love again called for help. But Happiness was so happy that it did not look around, hardly concerned about anyone.

Love was growing restless and dejected. Just then somebody called out, “Come Love, I will take you with me.” Love did not know who was being so magnanimous, but jumped on to the boat, greatly relieved that she would reach a safe place.

On getting off the boat, Love met Knowledge. Puzzled, Love inquired, “Knowledge, do you know who so generously gave me a lift just when no one else wished to help?”
Knowledge smiled, “Oh, that was Time.”
“And why would Time stop to pick me and take me to safety?” Love wondered.

Knowledge smiled with deep wisdom and replied, “Because only Time knows your true greatness and what you are capable of. Only Love can bring peace and great happiness in this world.”

“The important message is that when we are prosperous, we overlook love. When we feel important, we forget love. Even in happiness and sorrow we forget love. Only with time do we realize the importance of love. Why wait that long? Why not make love a part of your life today?”