Showing posts with label my story. Show all posts
Showing posts with label my story. Show all posts

Tuesday, November 21, 2023

Breaking Boundaries: A World More Populated Online Than Offline

Breaking Boundaries: A World More Populated Online Than Offline

by Huda Sani

In a world that is increasingly becoming digitized, the lines between the virtual and real blur into a vibrant dance of data and connection. Imagine a place where the number of digital denizens surpasses the populations of entire countries – a realm where Facebook's friend count outshines the people strolling the streets of India. 

In the world of social media, big players like Facebook, YouTube, WhatsApp, and Instagram are like the cool kids on the block with the most friends. They're basically the rulers of the online hangout, where everyone gathers, sharing memes, videos, and messages. They're the A-listers making the internet buzz.

Around the world, everyone's hooked on social media. The top social media platforms have a global user base, with platforms like Facebook and YouTube exceeding 2 billion users. This highlights the widespread adoption of these platforms on a global scale. 

The user counts for platforms like WeChat, Douyin, Kuaishou, and Sina Weibo suggest popularity in specific regions, such as China. Understanding regional preferences and cultural factors can provide insights into the platform's success. It is like each place has its own social media stars. Exploring these trends helps us see what people love in different parts of the world. Social media isn't just global; it is a wild ride through cultural hotspots as well. 

The user counts for major social media platforms, especially Facebook, YouTube, and WhatsApp, are comparable to the populations of large countries like India and China. This suggests the immense scale and impact of social media on a global level.

Multiple accounts and overlapping users are common occurrences. 

It's like wearing different hats for different occasions, but all in the same online world!

Engagingly, the phenomenon of multiple accounts extends even within the same social media platform. Notably, when some platforms host user counts comparable to entire country populations, it hints at individuals juggling multiple accounts.  People often have more than one account on the same social media site, like having different profiles for different things. Think of it like having separate spaces for work and play. When a social media platform has loads of users, it's like a whole country is on there! So, having a few accounts might be because people want to use the platform in different ways – like chatting with friends or following trends. 

Besides, the observation that some social media platforms have user counts approaching or exceeding the populations of large countries may indicate that individuals have accounts on multiple platforms. This could be due to different platforms serving distinct purposes, user preferences, or regional popularity. In essence, people are navigating the social media landscape with a multifaceted approach, engaging in different corners for different experiences.

Evolving Social Media Landscape!

The presence of newer platforms like TikTok and Telegram in the top ranks reflects the dynamic nature of the social media landscape. Emerging platforms can quickly gain widespread popularity, reshaping user preferences and behaviors.

The popularity of messaging apps like WhatsApp and Facebook Messenger highlights the increasing role of social media in communication. These platforms have become integral parts of daily interactions for a significant portion of the global population.

Businesses and marketers can leverage the popularity of these social media platforms for advertising, brand promotion, and customer engagement. Understanding the user demographics and preferences on each platform is crucial for effective marketing strategies.

In conclusion, the findings suggest that social media platforms have become central to global communication, with user counts rivaling or surpassing the populations of large countries. The overlap in user counts between social media platforms and world populations may indicate that individuals are active on multiple platforms, reflecting the diverse and interconnected nature of the online social landscape.

Tuesday, July 26, 2022

What is your secret with Allah ?

Dear myself.

Have a good secret between you and Allah.

Something that you are doing on the side, that no one else knows anything about it.

Just you and Allah.

and, tell yourself; 

"I want this things (deed) come out when I meet Allah on the day of judgement".

So, what' s your secret?

What is the thing, that when you meet Allah, "your happiest" gonna to come out?

like you are ready to say.

"Ya Allah, I'm ready for it now. Alhamdulillah, this is only between me and you. I used to do this when YOU re watching me. Here it is. This is my secret with you ya Allah".

Allahuakbar - such a deep reminder by imam omarsulaiman.

What is our preparation to meet Allah.

How many good deeds we do sincerely just for the sake of Allah not for the sake of likes, content on social media.

Insaf sangat. 

What is my secret

Deep.

Semoga sempat untuk mempunya secret with Allah.

Semoga Huda dapat masuk syurga Allah tanpa hisab.

Friday, December 31, 2021

Harapan 2022 Sayonara 2021

31 Disember 2021

Hari jumaat dan hari terakhir 2021 ... 

Saya doakan semoga kita semua dimurahkan rezeki yang diberkati

diberikan kesihatan yang baik,

hidup yang tenang, senang, bahagia dan membahagiakan.

jadi orang yang lebih baik, anak yang lebih soleh/solehah, 

pekerja yang cemerlang untuk membangunkan semula negara 

dan semoga kita semua beroleh kesudahan yang baik dalam hidup dan diberi syurga tingkatan yang paling best.

insha Allah.


Percaya dan yakinla

Tiada yang mustahil

Tidak ada yang mustahil dengan adanya harapan.

Percaya dan yakinla

Jadilah mulia seperti awan

Jadilah sumber untuk memberi

Hulurkan tangan dan

Hapuskanlah kesedihan

TANPA MENGHARAPKAN BALASAN DAN PUJIAN

Walaupun tahun-tahun berlalu

jangan rasakan sudah terlambat

Kita semai / tanam, dan yang lain mendapat maanfaat darinya

itulah aturan alam dan kehidupan

Jika hidup dengan HARAPAN

Perkara yang mustahil boleh jadi NYATA

Dengan keteguhan IMAN, 

anda boleh mencapainya

lebih tinggi dari puncak gunung

lihatlah impian mu yang kau rasakan jauh

dan hiasilah dengan keyakinan dan IMAN

dan kemahuan sekuat BESI

Kau akan dapati impianmu bisa menjadi NYATA

Insha Allah.


Sayonara 2021.

Semoga diberi perhitungan yang baik di sisi NYA.



Friday, June 4, 2021

Diari MCO2021 (DAY 3) : KISAH VAKSIN SAYA

Kisah Vaksin Saya.

3 Jun 2021. tarikh mendebarkan untuk temujanji pengambilan vaksin di PPV putra-yang-berjaya.

Temujanji pada 10.30 pagi, tapi akibat hasutan persekitaran, 8.50 telah menyertai pasukan beratur para penerima vaksin. Theee... Okay la dapat beratur di bawah bangunan. Berlingkar-lingkar acara perbarisan dipagi hari tersebut.

Setelah 1 jam 40 minit beratur, sampailah giliran saya dalam ruangan penilaian oleh para Doktor.

Tak pasti berapa minit consultation rasanya tak sampai 10 minit, Dr memutuskan saya perlu menangguhkan pengambilan vaksin pada hari ini.

WHAT!!!!

Hello, boss, I dah Q selama 1 jam 40 minit kot. I keep on asking petugas KKM yang ada di bawah sepanjang I berlegar beratur tu sama ada saya boleh ambil vaksin atau tidak.

Kisahnya, saya tak berapa sihat di mana saya telah secara tidak sengaja ter develope symptom sakit tekak, hidung tersumbat, chest warm and numb dan paling hampeh saya kena diarrhea, beberapa hari sebelum tarikh vaksin saya.

Saya 50 50 sama ada saya patut pergi juga ke PPV pada hari kejadian atau pun tidak.

Namun memandangkan saya telah membuat pengesahakan kehadiran pada aplikasi MySejahtera sebaik sahaja dapat notifikasi temujanji pengambilan vaksin, maka saya pun pergi je la kan. Kang saya ter masuk pula dalam statistik orang yang tidak menghadiri temujanji vaksin. Tak mahu la begitu. Saya ni rakyat Malaysia yang terlalu baik (dan comel juga).

Sebaik sampai di PPV, saya tanya petugas kesihatan di situ, dan di applikasi MySejahtera pun ada ruangan Covid-19 status yang perlu dikemaskini, dimana soalan 1 adalah 

ADAKAH ANDA MENGALAMI 2 ATAU LEBIH GEJALA BERIKUT?

and I already tick YES sebab saya ada 7 simptom di situ.

Soalan kedua pula pun saya terpaksa tanda YES.

(pergi semak MySejahtera korang apa soalannya)

Tapi aplikasi MySejahtera kata saya sejahtera untuk meneruskan perjuangan vaksin hari itu.

Tapi menurut ilmu saya yang tak seberapa ni, kalau kita dalam keadaan yang tak sihat, kita tak boleh / tak dinasihatkan ambil vaksin.  Tapi apabilan saya tanya petugas yang ada semua kata ok boleh je ambil.

(Ye la terima hakikat mereka bukan Doktor). Doktor ada kat atas je. Jumpa sejam pat puluh minit lepas Q.

Then. Setelah satu jam 40 minit beratur, taraaaa .... sampai la masa berjumpa giliran dengan Dr. N.

Dr tanya, why do you look pale?

So saya jawab la saya dah Q 1j40m, saya nak balik cepat saya sakit perut.

Ha ha ha maka bermula lah sesi soal jawab yang disudahi dengan

Saya nasihatkan puan tangguhkan dulu pengambilan vaksin hari ini.

Badan puan lemah, dan tak bermanfaat nak ambil vaksin harini.

WHATTTT!!!!

Nasib baik saya memakai double mask, maka Doktor tu tak nampak la reaksi sebenar rupa saya bagai mana. Ha ha ha ....

Hmmm tak tahu la nak nanges ke nak gelak ke nak reaksi macam mana.

Hmmm tak apa lah, balik je la weih.

Turun semula ke bawah, minta petugas kemaskini MySejahtera dan saya perlu menunggu TAKDIR temujanji akan datang.

Moral dia saya nak kongsi kat sini berdasarkan pengalaman saya sejam 40 minit tu, 

1) sebelum pergi vaksin pastikan korang sihat sesihat2 nya. Jaga makan, jaga kesihatan. Kalau korang tak sihat ke apa ke, declare, tanya dan minta pendapat Dr yang lebih arif.

2) jangan buat pengesahan terlalu awal. macam saya terlebih semangat, seminggu lepas dapat notifikasi dah buat pengesahan. So moralnya buat la pengesahan 2 ke 3 hari sebelum ambil vaksin.

3) Kalau tak sihat tak payah buang masa pergi beratur dan ambil, sebab peluang untuk anda dinasihatkan balik dan tunggu temujanji berikutnya adalah tinggi.  Tapi jangan sebab nak juga vaksin tu korang tipu pula, sakit pun mengaku sihat.

Ni penerangan Dr N dan Dr Malar (alaa Dr India yang viral tu, sebab dia suka bebel bagi penerangan dalam BM yang fasih)

Okay, kenapa kalau kita tak sihat, Dr akan nasihatkan kita untuk tangguh ambil vaksin.

Macam kes saya. setelah Q selama hampir 2 jam, sampai station penilaian Dr., dan dinasihatkan untuk menangguhkan pengambilan vaksin.

Sebab bila kita sakit especially demam ditambah dengan diarrhea, badan kita dalam keadaan lemah. Antibodi badan kita tengah bizi nak setelkan masalah sedia ada. 

Kalau kita masuk lagi vaksin yang ada covid yang dilemahkan/ dimatikan tu (sebab I patut dapat sinovac, katanya sinovac ni guna vaksin yang dilemahkan), takut badan kita tak boleh lawan pula covid tu kan ... Fungsi vaksin tidak dapat bertindak secara optimum apabila kita tak sihat, sebab badan dah memang lemah dan sedang lawan sakit sedia ada.

Slide Dr. Malar


Maka balik lah saya dan tunggulah takdir panggilan seterusnya. Begitulah kisah vaksin dak huda.

Misi mendapatkan vaksin GAGAL. Benda depan mata kalau Allah kata bukan milik kita, tetap tak dapat juga.

Begitulah....

Sepanjang saya Q untuk mengambil vaksin sejam 40 minit tu, saya bawa tasbih, saya istighfar, saya selawat, tasbih, zikir nama2 Allah, supaya Allah aturkan ketetapan palingggg baik untuk saya.

Kisahnya yang sebenar .....Vaksin ni pada dasarnya, saya pun 50 50 antara yakin dengan tidak. Tapi saya rasa saya buat sebab saya rasa ni jihad dan sumbangan saya untuk negara saya, untuk rakyat negara saya untuk ahli keluarga saya bagi membentuk HERD IMMUNITY.

Sebelum pergi ambil vaksin tu, sedari awal, saya solat saya cakap dgn Allah sungguh2 dgn ikhlas, saya tak tau saya patut pergi vaksin ke tidak. Saya takut sebab saya tak tau, saya tak ads ilmu, dengar macam² teori konspirasi etc. Kita jadi was².

Dah la vaksin tu mmg dibuat oleh org² kafir belaka. Virus ni pun man made dari tangan² jahat mereka.

Tapi saya kata, Allah lebih besar dari mereka semua. Kalau Allah tak izin, perancangan mereka semua confirm gagal. 

Allah izin dia berlaku....Pasti ada sebab kenapa Allah izin.

So saya solat saya doa sungguh² sampai saya yakin dan saya click YES di mysejahtera utk pergi ambil vaksin.

Pastu saya jadi terfikir2 pula brand vaksin apa yang bagus, side effect dan etc. I read a lot tapi again saya jadi lebih banyak fikir dan jadi takut.

I sit and i talk to Allah again.

Ya Allah aku betul2 tak tahu vaksin mana yang baik utk aku.

Orang kata pfizer bagus, belum tentu dia bagus utk aku,

Orang kata sinovac bagus, serasi utk orang asia, tapi belum tentu serasi dengan aku.

Saya doa sungguh², semoga Allah ya Bari' Allah ya Hakim gerakkan aturkan apa aturan yang paling baik untuk saya.

Jadi tadi bila saya tak dapat vaksin, saya terus baik sangka, Allah nak bagi aturan dan ketetapan yang lebih baik.

😭

Kalau takdir with or without vaksin pun saya akan mati, moga Allah ambil kita dalam sebaik² aturan ketentuan dan keampunan dengan iman yang sempurna dan amal soleh yang Allah terima.😭

Insha Allah. Allahumma ameen.

Saya akan tetap berdoa, Ya Allah Ya Bari' Ya Allah Ya Hakim, Ya Allah Ya Fattah, takdirkan la sebaik-baik takdir untuk saya dan keluarga saya akan perihal vaksin ini.

Semoga kita semua mendapat aturan yang terbaik dunia sampai syurga.

Sekian kongsi. Semoga bermanfaat.

@loves_nhhas ....

Monday, April 20, 2020

Diari MCO2020 (Day 34) : MY WISH FOR RAMADHAN


MY WISH FOR RAMADHAN



Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna. Agar dapat kulalui dengan sempurna
Selangkah demi selangkah, setahun sudah pun berlalu. Masa yang pantas berlalu, hingga tak terasa ku berada di bulan Ramadhan semula.

Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna. Agar dapat kulalui dengan sempurna
Puasa satu amalan sebagaimana yang di perintah Nya. Moga dapat ku lenturkan nafsu yang selalu membelenggu diri tiada henti-henti

Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna. Agar dapat kulalui dengan sempurna
Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja
Ya Allah pimpinlah daku yang lemah mengharungi segalanya dengan sabar dan sempurna

Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna. Agar dapat kulalui dengan sempurna.
Ku memohon pada Tuhan diberi kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan.
Selangkah demi selangkah
Dengan Rahmat MU oh Tuhan ku
Ku tempuh jua

Being able to stay at home during Ramadhan is kind of “my wish (prayer/ doa) come true”. I keep on asking for this for the past few years I guess since 2016 or even before.  Why? Because I’ve been very busy since then.

I was sick terribly in 2015 (hospital visit nonstop, warded, etc.) until I’ve in mind that’s going to be my last day on earth as if my time is up in this dunya. But Alhamdulillah Allah keep me alive till today.

In 2016 and 2017 I was so busy with work because I need to chase over time to finish the DW as it has its own time line plus it was about time for me to take long leave for my study in 2017. So I need to ensure that all task and things are in place and in a good hand as much as possible (even though of course there’s hick up here and there too. Lol!). During those years, I reached home when it’s about to azan Maghrib like I was stuck in parking or lift when there was azan. But in 2017, since there is iftar almost every day at the surau in my apartment area, so whenever I reach parking lot 5 minutes before azan, I’ll straight away go to the surau, break my fast, went up to my house to clean up myself, and go the surau again for prayer.

In 2018 – it was another terrible story as if you guys following my life my blog (ecewah, ada orang follow ke. Theee.hehehe). Ramadhan 2018, I was in my second semester of my master program. And to have some additional challenges, it was last month of semester where we need to rush for class, exam and projects as one of my classmate time tu gak la dia sibuk nak beranak. Hahaha …. So the whole class need to be adjusted according to her time line. But I guess it was ok. Since we can’t finish the entire syllabus because the final exam was set up earlier, so the final exam paper was easier I guess. Kah kah kah. Sebab dapat A berani la aku cakap easier. Kalau tak dapat A aku rasa kawan tu memang akan kena curse as long as I can remember. Ha Ha Ha. Joking la. Tak ada nya aku nak curse orang. Okay je apa yang berlaku Alhamdulillah.  But since the final exam was earlier and kind of easier (according to me), the lecturer is very smart also. All the unfinished syllabus which cannot go to the final exam, was transformed to ASSIGNMENT and PROJECT with higher weight. Hwaaa nanges. And that was the reason why my Ramadhan was disaster in 2018. The assignment and PROJECT was very tough. Very tough until I didn’t sleep for many days, didn’t talk to people, and I just stayed at my study table and only going out of the room when there’s prayer time, iftar time and when I need to go to university for the project / assignment submission or presentation. It was terrible as I can’t really describe (oh I’ve entry about my second semester journey – you can read them here).

In 2019, as all of you may not aware …. Hahaha. Because I didn’t say much about it in my blog but I did mumbling a lot in my Instagram. 2019 was the most disaster among em all. On 29th Sya’ban (5th May 2019) I flew to Chile (44 hours’ journey, but since they are 12 hours behind us, so I arrived there in their date of 6th May 2019 (It was my mak birthday you know). Landed Chile in 1st day Ramadhan at 8 am something – when you guys in Malaysia already about to go for tarawikh prayer for 2nd night and obviously I missed my tarawikh prayer for 1st night as I just in the middle of I don’t know where. It was a great challenge for me to plan for my solat also as I travel for 44 hours ye. And I did study how to know when I need to sahur on the flight. Yeah I know what’s in your mind. Yes, of course la boleh ambil rukhsah untuk tidak berpuasa sebab musafir kan. Tapi hey rugi la. Chile puasa 9 jam je kot. Hahaha. It was during the end of winter. So the day time was shorter compare to night time.
But things don’t work according to my imagination. My luggage went missing in Paris and didn’t arrived at Chile with me. Yes, you read it right. My luggage went missing is Paris during transit. I've only my backpack for my laptop, and a few things within that small backpack. I was travel for 44 hours non-stop (with 2 transit about 6 and 2 hours each transit if I'm not mistaken) and when I arrived – my imagination was -  I really want to take a long shower and long sleep before my meeting. And cook good food for my iftar and even have plan to cook for my other muslim friends just in case I meet anyone there. Half of my luggage is FOOD. Half of my luggage. Yes, you read it right. Ha ha ha. But then, the bag lost in the middle no where and didn't make it with me to chile. Crazy huh? 44 hours and things happen at the other side of my world. Can you guess what did i eat, how am I survive for my meeting? Hi Hi Hi.
We plan and Allah’s plan way perfect and we just need to follow what has been written for us. Kan.  Hahaha I’ll give another entry for this trip later, insha Allah as it was kind of interesting but long story to mumbling here. Okay so 2019, the whole one-week journey was very much challenging too. But actually it was calm too as I can pray calmly in my 5 star hotel room (I’ll write about the bag and baju in next entry insha Allah). – no telekung, no food and it was even hard to find water that able to drink. Never I have that in my mind. Air dia rasa pelik rasa air laut dan berkeladak. My hotel located above the Pacific Ocean, what to expect huh. Huhuhu…. Out of my imagination. Since the journey took about 44 hours, my meeting was 2 days, and going back to Malaysia took about another +- 44 hours, so all together my Ramadhan was just I can describe as in real life time story. When I came back, do you guys think I’ve time to entertain my jet lag? #jangankauharap.  We were busy with another task about FW that time. Hwaaaa sis balik office pukul 1 ke 2 pagi untuk beberapa hari. Sambil sel-sel otak masih ting tong. Sampai rumah tak tau la sis cuba juga la solat sunat as much as sis can, but I don’t know la kalau boleh tengok buku catatan amalan, berapa je la markah sis dapat ya. Hu hu hu.

So since then actually I really pray deep inside my heart that I can have one proper Ramadhan for me to stay at home, go to the mosque, do my charity / ngo programme, with good health to maximize my ibadah 
(yeah I know kerja pun satu ibadah, tapi kadang-kadang saya rasa mereka ni bekerja dah macam tak ada hari esok. Huhuhu).

Dan sesungguhnya tahun ini semacam doa itu dimakbulkan bukan?  Masha Allah. Ye saya kalau panjang umur akan memulakan puasa di rumah ini, sendirian, dan hmmm begitulah.



To be honest, being able to stay at home during Ramadhan is some kind of my wish come true. Masha Allah. However, the current situation is beyond my thinking and what I’ve in mind. Yes, I make doa to have full time for myself during Ramadhan, with good health, Alhamdulillah but, never I can imagine that we all “trapped” inside our house due to this COVID-19 and the movement control order. Never in my imagination, yes I can fast, I can pray but I can’t go to mosque for Jemaah, and I can’t fast with my family. Hwaaaa.



But above all. Saya nak jadi hamba Allah yang bersyukur. Alhamdulillah, thank you Allah for this doa. Thank you Allah for this journey. Semoga Allah mudahkan segala urusan dan berikan saya dan awak semua Ramadhan yang terbaik dan amalan kita diterima Nya. Moga dapat kita merasai nikmatnya iman, nikmatnya beribadah. Moga ibadah kita diterima Allah. Moga menjadi asbab turunnya rahmat dan kasih sayang Allah, diangkat segala ujian yang sedang melanda negara dan seluruh dunia. Moga Huda sekeluarga dan sahabat-sahabat yang membaca semua, diberi kesudahan yang baik dan iman yang sempurna dan kita dapat masuk syurga sama-sama. Ameen. Insha Allah.

Pengajarannya juga, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucap, yang kita harap, kerana kita tak tahu bila doa kita akan Allah makbulkan. Sebab tu kena sentiasa cakap yang baik, fikir yang baik supaya yang datang semua yang baik-baik. Insha Allah. Dan sesungguhnya betul la semacam doa yang kita baca setiap pagi dalam al-mathurat …. Doanya;
“Ya Allah, jangan Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh kami sendiri walaupun hanya sekelip mata atau lebih pendek dari masa itu”.
Ameen. Insha Allah.
Oh Allah, I still pray that I can maximize my Ramadhan this year, Ameen. Insha Allah.





Friday, February 28, 2020

Sempena 365 hari


365 hari mencipta cerita kenangan suka duka.

18022019 lapor diri tamat pengajian.
28022019 lapor diri penempatan


28022019 - 28022020
Alhamdulillah.
Saya survive 365hari ni.


The struggle is real.
The pressure is real.



Sebuah catatan 'throw back' sempena 365 kembali lapor diri bertugas.


27 Ramadhan 1440H.
Bila tengok globe ni.
Sebenarnya.
Huda dah hampir mengelilingi globe.
Dari kedua-dua arah.

Kalau dari "kiri" Malaysia negara terakhir sebelum sampai antartika ialah New Zealand.


Kalau dari "kanan" Malaysia negara terakhir sebelum sampai antartika ialah Chile.


I went to both country already.
Saya dah hampir pusing 1 globe rupanya.

Masha Allah.
Alhamdulillah.
Thank you Allah.

ada 1 yang benar buat aku terfikir.
- ramai kawan2 aku time sambung HLP mempunyai ample time berjalan holiday sakan.
- aku ni nak makan pun tak sempat.
Rezeki lah kan sebab belajar "susah nak dapat"😁

- i still remember the last ramadhan (2018) masa tu tengah pick final exam dan hujung sem nak siapkan projek dan assignment segala.
Due submit sebelum solat raya.

Aku tak tidur lebih 48 jam.
Memang tak boleh tdo.
I still remember tu bulan puasa.
Macam orang gila rasa.
Abah bangun jenguk aku kat bilik tiap kali waktu solat dan aku masih kat meja tgh study dan siapkan tugasan.
Abah risau aku pengsan.
Pagi pembentangan dan submit projek aku rasa jalan macam dah tak jejak tanah.
Habis submit subjek tu aku balik tidur mati.

Pastu two weeks b4 raya strugle subjek lain pula.
Ex-teammate aku; abam -siap tolong hantarkan makanan ke rumah sebab aku dah berapa hari berkurung makan roti je.
Tq abam.

Nak balik raya pun rasa bersalah.
Sebab projek tak siap.
Kereta rosak.
Tak boleh nak balik sendiri sebab balik tumpang 
@mahanihassan
Balik kampung - bukan tolong masak. Sambung buat projek unstructured dan machine learning.
Aku rasa bersalah sangat kat mak.
Aku tak tolong langsung prep raya.
Aku tak balik rumah opah.
Aku bangun pagi raya pukul 820 pagi 😢

Aku baru start raya - 2 syawal.
Baru buat kuih raya.
Tragik sangat hidup tahun lepas. (2018)
Mujur result 2nd sem sangat baik.
Alhamdulillah.

18 Feb. 2019.
Aku lapor diri bertugas 2.5 months earlier dari kontrak perjanjian. Alhamdulillah TAK FAIL.
Kawan-kawan kata ruginya sebab tak manfaatkan cuti belajar.
Bukan senang nak dapat.
Aku cakap - aku kena amanah.
Aku belajar dengan duit tajaan.
Niat aku pergi memang sebab aku nak belajar + nak habis on time dan nak balik bertugas.
No holiday


Tapi sebenarnya aku balik awal lepastu kena “pool” sepuloh hari sebab balik awal. Tiada penempatan.  Dalam tempoh 10 hari aku ambil cuti baki sebelum sambung belajar hari tu ada baki lagi 7 hari – maka aku cuti 3 hari + sabtu ahad, pastu ada urusan dengan uni dan penaja pastu duduk library buat beberapa kertas kerja.
28 Feb 2019 baru diberi surat penempatan.

Tarikh akhir sebenar kontrak perjanjian pengajian dengan penaja ialah pada 3 Mei 2019 (Jumaat). Maknanya 6 Mei 2019 aku kena lapor diri bertugas. Siapa tahu.... takdir Allah.... 6 Mei 2019 aku dah berada di Chile. Aku pergi "holiday" fully sponsered by ausie to Chile. Siapa sangka.... asbab pulang awal bertugas, asbab tidak menyalah gunakan cuti belajar dengan pergi bercuti bergembira .... Allah rezekikan aku "holiday" dengan tajaan penuh (bukan duit rakyat) terbang jauh mengutip ibrah kembara di bumi Allah. Masya Allah.... Alhamdulillah. Thank you Allah. Thru high n low thick and thin kehidupan.... Allah ada bersama ku. Alhamdulillah.... thank you, Allah. Moga Huda sentiasa menjadi hamba Allah yang tetap pada jalan, rahmat dan kasih sayang Allah. Aamiin. Insha Allah.

Aku tak cerita untuk kebanggaan. Aku tulis sebagai catatan untuk INGATAN buat diri aku sendiri supaya selalu ingat .... aku ada di sini hari ni.... Susah payah yang aku dah lalui ....sebab Allah selalu di sisi. ALLAH uji apa kita mampu. Allah beri apa kita perlu bukan apa kita mahu. #terbangtunduk moga huda selalu insaf dengan setiap gerak langkah kaki atas apa yang berlaku. Insha Allah. Moga huda tak lupa betulkan niat, kawal emosi atas tiap apa yang terjadi. Susah. Kadang2 huda fail juga terutama bab kawal emosi tu. Tapi yakin 1. ALLAH BERSAMA MU.



sebahagian daripada #hudasupportsystem

for all my beloved kids.
yang support saya dengan segala macam
doa tanpa henti
makde sayang korang.

Loves you all my support system
Lillahitaala

#nhhastakesChile
#nhhasbacktowork
#nhhasjourneybacktoschool

Monday, April 22, 2019

Interview on Data Science Program

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hydie Odie....

Waaahhh it has been ages since the last time I jot thing down here (other than copy paste).
Dia punya level pemalas tu .... New year entry pun aci main copy paste lagu je. Walaupun lagu tu menarik je untuk di tekuni maknanya, tapi just copy paste it like.... Seriously? no my own words in there?  Hahaha....

January 2019 - hectic!
Berkejar + stresss + sakit (demam + blood infection + mata bengkak + tangan bengkak) + etc etc etc.

Sangat2 diuji ketika pick time menyiapkan thesis dan final exam bagi menghabiskan final semester masters.
Alhamdulillah settle. Dah lulus dan dah kembali bertugas 18 February 2019 yang lalu sebaik sahaja mendapat keputusan peperiksaan (yang agak mengecewakan tapi bersyukur sebenarnnya) pada 15 Februry 2019. Kecewa sebab target dapat A. kah kah kah .... tak dapat A - lantas berasa geram dan berasa ingin membakar fakulti.  Hahahaha Sumpah EMO.
Bersyukur sebab - sebenarnya Allah answer ALL MY PRAYER. aku je spesis tak sedar diri dah bagi betis nak peha. kah kah kah. Alhamdulillah sebenarnya aku bersyukur je banyak-banyak dengan result masters aku secara keseluruhan i.e I asked Allah 3 things before I further my study :

  1. Nak dapat ilmu yang berkat dan bermanfaat (semoga semua guru halalkan ilmu mereka kat saya supaya saya boleh manfaatkan untuk kebaikan agama, bangsa dan tanah air).
  2. Nak dapat semua subjek tidak bawah daripada B+. 
  3. Nak grad dengan pointer 3.5 ke atas
  4. Nak help universiti to have a good network with industries a.k.a bermasyarakat lah sket dengan industri, jangan akademik sangat.

So basically,  item 1,2,3 tu Allah makbulkan - Alhamdulillah.  Dapat A juga (which is saya tak jangka),  pastu bila 1st and 2nd sem dah dapat banyak A, mula tamak nak A juga sem 3. Padan muka sem 3 langsung tak ada A.  Hahaha.... Okay lah doakan nak B+ je. Tu pun lebih dah Allah beri.
Alhamdulillah.

No 4 tu aku tak tau lah sukses ke tidak. Tapi demi melaksanakan misi no 4 tu - aku macam ada krisis dan persengketaan sikit dengan #manusiabengong..... tapi tak apa lah hopefully adalah sumbangan sikit sebanyak untuk item no 4 tu.

Paling tidak, selain terlibat mengaturkan sesi seminar ketika semester kedua (yang banyak drama yang menyakitkan hati tu),  tetiba cikgu minta wakil untuk menjayakan promotional video dengan pihak MDEC berkaitan course data sains di malaysia.  Sebenarnya cikgu minta volunteer, tapi of course lah siapa je lah nak volunteer kan.  Cikgu patut PAKSA, siapa participate dapat extra 20 markah ke .... kan kan kan .... hahahaha.... So macam biasalah since tak ada sesiapa nak volunteer, maka cikgu pun menggunakan kuasa veto MEMAKSA 3 OUT OF 13 students untuk submit proposal answer (ada soalan diberi sebelum dipilih untuk mewakili uni ke promotional video tu) .... dan hampeh nya.... aku salah seorang daripadanya.  like serious ke! Kenapa aku .... Why me Why me Why me.  Pada mulanya aku nak syak ada lah ni kejahatan di belakang tabir yang memetik nama aku tapi bila fikir balik buat apa nak buruk sangka kan?  Tetiba teringat item no. 4 tu, mungkin inilah caranya Allah nak makbulkan item no 4 tu.

So dipendekkan cerita, jawapan proposal aku je diterima untuk sesi video shooting tu. Ha ha ha.... masa tu aku dah start tak sihat. Aku keep on cari alasan untuk tak nak pergi. Siap call penaja supaya penaja berhalangan untuk aku participate. Memang tak lah jawapan dia kan. Haruslah penaja support to participate.

Maka pada 13 August 2018, pergi lah aku menadah muka (yang sembab sebab tak sihat, mata bengkak, hidung berair segala) bagi menjayakan rakaman. Kah kah kah.... i screw up.  Sumpah teruk dan disaster.  Aku ni tak video friendly.  Muka sememeh + suara tak sedap + cakap english tak power + grammar lintang pukang .... kah kah kah pakej lengkap untuk screw up.

Tapi they said draf text aku paling best. kah kah kah. Well menulis takde hal! Nak cakap depan camera tu memang BIG HAL for me.

Penat aku rasuah semua orang suh baca je text aku tu. Aku memang tak boleh benda rakam2 ni. Screw up!

Tapi dah diaorang paksa juga - ha selamat lah. Tadah je lah muka.  Aku berdoa setiap hari supaya video tu tak keluar atau di edit TANPA ada muka / part aku. kah kah kah.... Biar lah wakil2 universiti yang lain je appear kat video tu.  And honestly aku tak tau apa nasib video tu ada keluar ke tidak. Kalau ada pun dia patut ada di web agensi dan youtube dan facebook je kot. Idok le sampai keluar tv.
hahahaha.... agaknya!
Tapi aku masih berdoa part ada muka aku ditiadakan. Semoga tape yang ada muka aku, like ter rosak, jatuh dalam air kopi ke, tertumpah kuah laksa ke, you know as long as TAK ADA MUKA aku dalam video yang release tu. Ha ha ha....

#pray4huda okay. 

By the way, since aku dah buat text tu panjang berjela .... meh aku share kan deraf text jawapan aku untuk mempromosikan kursus data sains di institusi pengajian tinggi di Malaysia.

Semoga adalah kot manfaatnya di mana-mana.

So here you are: 10 soalan semuanya .... 
Mana yang aku jumpa je lah deraf point nya ya.
Njoy and may it bring benefit, Insha Allah.

1. Tell us briefly about yourself i.e. your first degree and current occupation. Your role in your current organisation. 
 - Sebab ni PnC untuk aku, so soalan ni aku tak share lah jawapan dia ngan korang. Video haritu pun banyak aku pesan suh cut.

2. What made you choose to study a post graduate degree in Data Science? 
  • Data is a vital asset to an organisation. I choose to study a post graduate degree in Data Science in order to have the right skills to assists <___> specifically, and public organisations to put high value in statistics for policy making.
  • Department of <_____>  as the producer of official statistics, produced statistics that are mainly used by the government as evidence-based decision making in the formulation, implementation, evaluation and review phases of the national policies. 
  • Data are taken as a basis for doing something. If nothing is to be done with the data, then there is no use in collecting any. The ultimate purpose of taking data is to provide a basis for action or a recommendation for action.
  • Having numerous data around, in other words dealing with really BIG data, in the volume of data, sizes, speed, format, velocity and varieties, could cause an organisation to lose focus and fail to maximize the value of those data.
  • The demand for competent statisticians who can tease out the facts by analyzing data, planning investigations, and developing the necessary new theories and techniques, will continue to increase as public organisations recognize the importance of data in making credible decisions.
  • Lack of expertise in statistics can lead to fundamental errors. Large amounts of data plus sophisticated analytics do not guarantee accurate interpretations. The key elements for a successful big data analytics and data science (or data mining) in the future are statistical principles and rigour of humans



Cukup poyo bukan!. Ha ha ha


3. What do you intend to achieve after completing this degree?

A: Master of Data Science and Analytics programme in U_M is designed to provide students with knowledge and applied skills in data science especially data analytics, statistical method and machine learning as well as data visualization.‎ This will help me to improve my analytical skill in problem solving using right statistical methods with helps of knowledge and skills of programming. I hope that I can further explore and fully utilize the knowledge that I gain to work better with structured, unstructured and time-series data.


4. How was your experience doing the degree full time/part time (can elaborate in terms of the University curriculum, lecturer and facility)?

A: The reason why I choose this program under FST U_M is in term of the syllabus which is geared towards statistical and mathematical fundamentals. This is the strength for this course in which strong mathematical and statistical skills imply on great analytical skills which is much needed in the industry.

Throughout my postgraduate studies in this program, I have enhanced my knowledge and skills in statistical method and models (For example, regression, clustering and classification) which can generate usable information from raw data.
I was trained and encouraged to use R and python from scratch, and I’ve mastered it even though I have no basic in this programming language, ever before. The knowledge and skills in using R and Python help me a lot in data exploration (e.g. dataset mining, data pattern prediction and analysis, etc.).
I have been given exposure to the basic of machine learning which enhance my logical and critical thinking to explore further potential analysis using structured and unstructured data. Through data visualisation and communication subject, it helps me to develop creative thinking to visualise and communicate data for easy understanding.
During this final semester, there will be a capstone project for the students to experience working on a project assigned by the industry where the students will apply the skills and knowledge taught throughout the course. This is a great opportunity for the students to experienced real working environment with real data and real situation. 

5. Has the post graduate degree enhance your career?
A: I am positive that with the knowledge and skills gained in U_M, will reduce the difficulties in analysing big data and give me more insightful analysis for effective decision making.

Masa rakaman ni dibuat aku belum kembali bertugas!
Was in my final semester.

Soalan no 6 ni paling aku suka. Ha ha ha

6. What aspire you to be in the Data Science/Big Data Analytic field?
A: The world’s today revolves around data and information. Data and information is easily accessible online. The magnitude of data generated and shared by various parties has been increasing substantially.  Forbes magazine in May 2018 published that there are 2.5 quintillion bytes of data created each day at our current pace, but that pace is accelerating with the growth of the Internet of Things (IoT). Over the last two years alone 90 percent of the data in the world was generated.
The emergence of technology and automation especially under the wave of the fourth industrial revolution has added concern that there will be job losses. The speed of technological advancement has the potential to rebuild and replace an entire industry whereby many existing employees will be replaced with technology and machines. Malaysia has to address these issues properly to ensure the country's economic activities remain competitive in global market.
I aspire to be in Data Science or Big Data Analytic to ensure that I remain relevant. Most importantly, I hope that I am able to provide insightful analysis for effective decision making by the government in solving issues facing our country and its people. 

Jawapan ikhlas kenapa aku study bidang ni sebab aku fed-up dengan vendor. 10 aku tanya 8 dia jawab TAK BOLEH buat. aishhh kecik beso aku tengok vendor tu. Tak boleh buat ke ko tak nak buat.
So untuk mengelakkan permasalahan di masa akan datang, elok lah aku je pergi belajar, explore sendiri buat sendiri (or ajar team buat) pastu boleh dapat apa yang aku nak.  Ni niat asal lah sebenarnya.

Soalan no 7 ni pun aku suka

7. What is your view on the Data Science/Big Data Analytic field in Malaysia?
A: new field ... unexplored still growing, compared to other developed countries.
From my observation, most of data science programs focusing or highlighting the programming /computational /software parts whereas from my point of view, this skill is in needed as much as strong fundamental skills in mathematics and statistics. Simply put, I think that majority opinions are sided with the software in data science and do not emphasizing the role of math/stats skills. Perhaps in future, more programs can be directed towards this objective.
Technology changes, but if we master the right concept of statistics and analysis from the beginning, we and our organisations will survive and thrive through any form of technology or software updates.


Ikhlas aku cakap direction Malaysia diawalnya NTAH APA2. harap teraju yang diamanahkan untuk developed BD di malaysia ni dah kembali ke pangkal jalan.


8. Would you recommend your peers or friends to become a Data Scientist/Data Professional?
A:
Well, I think job definition for a data scientist is still very ambiguous at this point of time.
YES, IF you want to remain relevant in the working industries. According to a study by the Khazanah Research Institute, it is estimated that more than all current employment sectors in Malaysia are at high risk of being affected by automation over the next one to two decades.

Hope that the program can be improved further if.... (aku tak ingat ku jawab apa). Hahaha ....

9. How would you contribute back to the nation?
Jawapan ni aku tak kongsi!


Soalan 10 ni aku dah tak ada mood nak jawab. Ha ha ha sebab dah pukul 6 petang masa tu.

10. Do you think this post graduate degree will be beneficial to the country?
A:

The data science and analytical skills are relevant to any industry. This definitely can contribute to National Digital Economy and enhancing Service Delivery to Citizen and Business.

 **********


Okay tu sahaja nak share dalam entri kali ni.  Maka jom lah sambung masters kat U_M. Ha ha ha
Sebab U_M paksa kau belajar math and stats guna R dan python from scratch.
Untuk slow motion person macam aku - belajar rasa hazab glerz!

Tapi mujur ada study buddy yang setia, alhamdulillah survive lah graduate on time Alhamdulillah.
Dan ilmu yang boleh apply setelah kembali bertugas.
Alhamdulillah.

Semoga baki usia ku, dapat ku berikan manfaat untuk agama, bangsa dan tanah air tercinta.

Insha Allah. Amiin.

Till write in again.

Stay tune, stay alive stay healthy, stay happy, paling penting STAY AWAY FROM MASALAH!
Okay.

@Loves_nhhas




Tuesday, January 1, 2019

The Story of 2019 : Now Begin ....

Aku yang masih di perjalanan hidup ini
Begitu lama berlegar di persimpangan dunia
Menempuh jarak dan titian
Rimba dan lautan
Mencari sesuatu yang abadi

Aku yang masih di perhentian hidup ini
Begitu jauh mengembara ke serata dunia
Mengejar siang dan malam
Surut dan pasang
Mencari sesuatu kebebasan
Mencari sesuatu kedamaian
Di mana berakhirnya
Perjalananku ini
Esok dan lusa bukan milikku


Ya Allah Ya Tuhan-ku
Lindungilah hamba-Mu yang hina ini
Aku setia hanya padaMu
Oh Tuhanku
 ********

Bismillahirrahmanirrahim ....

#Allahbersamaku

Sumber : Perjalanan Hidup by Ramli Sarip

Thursday, November 29, 2018

Allah Bersama Mu



Projek saya kurang smooth.
Hari Isnin dan Selasa perbincangan dengan 2 SV, macam kena banyak correction.
Saya demam dan sakit mata.
Saya nanges hari2.
Due date submission esok.
Sebaris ayat pun tiada lagi.
SV saya adalah orang yang sangat particular dengan time line.
Saya nanges nanges dan nanges.
Demam dan sakit mata saya semakin teruk.
Kelas tetap berjalan seperti biasa.
Saya kena kuat semangat.
Tinggal sikit sahaja lagi.
Tapi bila saya rasa nak stay strong saya nanges lagi.
Sehingga saya terdengar lagu ni "Allah Bersama mu"....
Saya nanges sungguh2 dalam kereta semasa dengar lagu ni.

Terima kasih Allah sebab selalu ada bersama saya.
Saya yakin dengan janji dan pertolongan Allah.
Semoga Allah sentiasa bersama Huda, permudahkan urusan pengajian Huda.
Semoga Huda dapat siapkan projek yang berkat bermanfaat untuk ummah.
Semoga Huda graduate ontime dengan ilmu yang bermanfaat untuk ummah.
Semoga Huda dapat A untuk projek dan subjek time series.
Semoga Allah lembutkan hati lecturer bagi huda postpone submission minggu hadapan tanpa ditolak sebarang markah.
Semoga kita semua bahagia dan sejahtera dunia akhirat dalam jagaan rahmat kasih sayang Allah .... insha Allah aamiin....

#Allahbersamamu
#hapusairmata


Allah bersamamu, Allah bersamamu
Allah bersamamu, Allah bersamamu

hapus air mata, balutlah luka
biarlah berlalu segala sendumu
tiadalah abadi duka cita yang terjadi
tersenyumlah hadapi, terjagalah meski lelah

waktu kan berlalu bersama dirimu
semua kan jadi indah cerita duka di masa lalu
tiadalah abadi duka cita yang terjadi
tersenyumlah hadapi, terjagalah meski lelah sang jiwa

Allah bersamamu, Allah bersamamu
Insha Allah .... 
Sampai kita bertemu di syurga NYA.

#hudasayangsemua
#pray4huda

@loves_nhhas

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Thursday, October 25, 2018

Kapal Selam vs Paskal The Movie vs Terima Kasih


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .... 

Hydie odie .... 
Ogenkidesuka .... 
Osashiburidesu ....

Obviously memang stress and kesuntukan masa sekarang. Time is ticking very very very fast. Rindu nak membebel kat blog - tapi  betul-betul kesuntukan masa .... 

Sebernarnya nak tulis tentang terima kasih tapi biarlah dulu .... Nak tanya .... korang ni kalau di beri tajuk karangan espeyem "Kisah kapal selam"  - apa korang nak tulis ea?  Ha nak cerita pasal paskal the movie ke?


Apa dialog legend dalam movie ni yang korang ingat 
"clear to fire"
"kasi ajaq sket depa p"
"sakit nak mampuih tapi tak mampuih lagi" 😅
"Shoot to kill"
"How many kingdoms know nothing of us"
 tapi paling terkesan 
"negara apa hantar askar dia untuk mati tuan" ---- deep! 😭

Solute to all army in the air, via the sea as well as on the land.
May Allah bless all our front liner heroes Insha Allah.


Hahaha. I came across this notes.
Tahun lalu, encik boss kongsi madah ni.  Sangat deep kan.  Bagi ai deep lah.  Dia baca kuat-kuat dalam bilik lab pastu gelak sorang-sorang - ai suh lah dia share ... hihihi



Apa penilaian korang tentang sehelaian nota kapal selam ini?  Oh by the way - ai je yang menggelarkannya "kisah kapal selam". Penulis asal - ai tak tau. Harap beliau halalkan.

Bagi ai - pesanan ni walaupun nampak sempoi yak amat - tapi amat dalam.

Dulu aku ada kapal - ramai menumpang ...
Sekarang aku kayuh sampan - sorang pun tak pandang ...
Esok aku hilang- orang ingat aku dah karam ...
Padahal masa tu aku dah ada kapal selam ...

hihihi ... betul ke masa kita senang ramai je yang mengendeng ? Ramai kaki ampu + kaki bodek dan sebagainya.
tapi bila kita dah tak jadi orang "have-have" - boleh depa buat - buat tak kenal.  hihihi ... Sungguhlah malang kalau kau dihimpit manusiawi sebegini ...

Tapi - aku selalu disogokkan dengan pepatah "What you give, you'll get back" .... things that similiar to "Buat baik dibalas baik, buat keji dibalas keji" ... Gittew ...

Tapi pastu aku selalu fikir lagi - kalau dah macam tu - kalau lah kata ditimpa nasib so-call-malang... takkan lah setiap kali pun gara-gara apa yang kita buat kat orang lain sebelumnya.

Contohnya macam ni :
Sorang warga emas ni - diabaikan oleh anak-anak dan ahli keluarganya (due-to-so-many-reasons) adakah sebab dulu-dulu dia pernah abaikan parents dia?  Kalau begitu - sekarang dia dibalas pula oleh anak-anak dia?  Dan since anak-anak dia tidak berbuat ihsan kepada dia - adakah dimasa akan datang cucu-cucu dia pula akan mengabaikan anak-anak dia? and the chain keep on continue? is it?  seriously ?  Hmm I don't think so.  If you ever came across this "bad-chain" thinking - just help yourself with dis mentera "it's OKAY. let us just stop this BAD CHAIN"  kan kan kan. hihihi... 

You know recently - there are a lot of people who are having deep dead depression.  People get stress easily with simple thing. Why people are sad?  Why why why?

Kita akan happy kalau kita dapat apa yang kita nak, apa yang kita bayang.  Kalau kita dapat lain dari yang kita angan-angankan kita akan murung.

We love to received gifts - but we always love the gifts more than we love the GIVER.  kan?

Contoh - kita suka kalau dapat hadiah dari so-call-orang-yang-sayang-kita.  Tapi dalam hati kita ada juga harapan yang bukan-bukan nak permintaan bukan-bukan sampai kita tak fikirkan kebaikan yang ada didepan mata.

Dalam hidup ni Allah the most merciful the most gracious - already bless us with a lot of good things but it just our bad habit - less grateful but have a lot of complaint.  
So bila semua benda kita tak puas hati dan asyik nak komplen je kan ... Allah tambahkan lagi penglihatan untuk tengok benda-benda yang tak puas dimata dan hati kita kan.

Dan sifat kita ni = suka "take credit" ... Kita suka nak menempa nama dengan hasil usaha orang lain. Kira macam pepatah lembu punya susu - farm fresh yang dapat nama kan ... hahahaha .... boleh gittew.

Dan kita suka sombong - contoh kalau kita pandai, kita sukses - kita selalu rasa kejayaan tu semua atas dasar usaha dan kerja keras kita, atas dasar kebijaksanaan kita.
Kita lupa - siapa yang bagi kita bijak tu? Siapa yang bagi kita sihat dan semangat untuk berusaha?

Bila kita tak dapat apa kita nak - kita selalu salahkah takdir sebab tak menyebelahi kita. Tapi kita lupa ...

Kita merancang, Allah adalah sebaik-baik perancang.  Usaha harus diiringi dengan tawakal taqwa dan redha.  Kita berdoa bukan sebab kita kena bagitahu Allah apa yang kita nak.  Sebab Allah MAHA Mengetahui dan Maha Memberi .... tapi kita berdoa, kita berusaha sebab itu sebagai tanda penghambaan kita kepada Allah.  Prayer and Effort is an act of worship to Allah.  Tanpa kita meminta pun Allah dah terlalu banyak memberi untuk kita.  

Contoh - pernah tak masa anak-anak kecil yang masih baby ni - para ibu ini berdoa supaya anak-anak ni boleh / reti nak merangkak, berjalan, bercakap, makan dan sebagainya?  Very rare kan.  Sebab bila anak tu dah lahir - kita memang secara semula jadi akan expect anak ni akan boleh bercakap dan berjalan dan fasa-fasa kehidupan seterusnya.  Bila anak-anak kecil kita boleh merangkak, boleh berjalan, boleh bercakap, boleh makan, boleh buang air - sebenarnya kita jarang pun bersyukur dan berterima kasih kepada Allah yang Maha Memberi tanpa kita meminta kan kan kan.  Tapi cubalah anak tu diuji sikit dari norma perkembangan kehidupan - ha mulalah kita menggelabah.  Baru nak doa - baru nak usaha. Lebih teruk lagi - terus salahkan takdir dengan aya-ayat drama cliche "Why me? why me? why me?"  huhuhu ...

Amboi - eksyen kau ye - sebab apa pulak kau tak boleh diuji.

So konsep dia kat sini ai nak cakap ...  erm terima kasih + bersyukur + sabar + jangan ada persepsi buruk terhadapa apa + sesiapa sahaja.

Bahagia itu ada pada hati yang tahu erti syukur,  pada tingkah laku yang tahu menghormati dan berterima kasih (sebagai menzahirkan kesyukuran) ...

Tidak perlu fikir jauh ...
Kadang-kadang kita think too big and too far sampai kita lupa untuk bersyukur dan berterima kasih dengan benda-benda kecil tapi sebenarnya sangat significant dalam hidup kita.

Contoh ....

Toilet and cleaner 

Sudahkah anda berterima kasih kepada cleaner yang cuci kediaman apartment kita? cleaner yang cuci pejabat terutamanya tandas pejabat kita? Nampak kecilkan pekerjaan mereka.  Mungin setengah orang rasa "nampak kotor" kan.  Tapi pernah tak kita sudi nak kotorkan tangan kita untuk bersihkan common area kediaman apartment / kawasan kejiranan kita?  pernah tak kita terfikir kalau tak ada cleaner kat toilet office or kat supermaket or kat airport or any public area - what's going to happen when we wanna use that facility ... I believe most of us have at least an experience tentang nak p toilet (let say public toilet) - tapi tiba-tiba toilet tu kotor tahap gaban.  mulalah kita menyumpah seranah kenapa tak ada cleaner / cleaner tak buat kerja makan gaji buta etc.
Tapi bila kita jumpa toilet yang bersih - kita lupa nak bersyukur dan lupa nak ucapkan terima kasih kepada orang yang membersihkannya.  Oh come on ... Jangan pandang rendah kot pada cleaner - depa sanggup bersihkan toilet PUBLIC yang macam-macam kebiadapan pengguna mereka temui setiap hari - and kita tak sudi pun nak ucap terima kasih apatah lagi nak menyapa mereka dengan sekurang-kurangnya seukir senyuman ikhlas ... huhuhu...
Jangan bangga sangat dengan kedudukan yang kita ada hari ini. Mungkin di sisi Allah - si cleaner ini lebih mulia dari kita. 

Kecil tapi significant. 

Sampai hari ini aku masih terkenangkan kisah aku, ibu dan adik di Melbourne pada Ramadhan 2012 yang lalu.  First day of Ramadhan dan kami baru sampai Melbourne sehari sebelum itu.  Dalam keadaan yang amat tidak biasa dengan "tempat orang" ... pada hari pertama ramadhan, we went out to melbourne city.  Kami agak keburuan untuk pulang ke clayton.  Dan kami missed a bus to go back home - which caused us to wait there for about almost or more one hour - still tak ada bus.  Sedangkan waktu berbuka dah makin dekat. Sangat dekat.  Ko panik gile okay ... nak buka puasa makan apa.  itu bukannya malaysia yang kau boleh drop by at any place to have a halal food.  Ditambah dengan negara mat saleh ni - semua kedai pun tutup awal ... memang panik.  Until seorang uncle pemandu teksi (maxi-taxi okay - i.e teksi besar yang van tu - yang kalau kita naik - tambang dia mahal gile) .... dan uncle tu berhenti depan kami dan hantar kami balik Clayton for FREE. Masya Allah - for free + saat ko sangat terdesak + aku nak bayar pun uncle tu tak nak .... Hwaaa sampai hari ini kami masih mengingati uncle tu dan insya Allah sentiasa mendoakan beliau ... Allahuakbar ... Semoga Allah ampunkan dosa-dosa beliau dan memberkati hidup beliau dunia dan akhirat. Insya Allah.

Orang Kecil Tapi Nilaiannya besar.

Dalam perjalanan dari pejabat pulang ke rumah pada waktu tengah hari - di susur kiri naik ke flyover untuk pulang ke rumah  - aku selalu perasan ada seorang uncle - tukang sapu kawasan putrajaya ni, beliau dah siap-siap tukar baju + kain pelekat dan sedia untuk solat zohor - di bawah pokok di tepi highway on the way aku nak balik rumah tu ... Setiap kali melihat beliau - aku rasa nak break dan turun minta uncle tukang sapu tu doakan aku yang banyak dosa ni. Allahuakbar. kadang aku rasa dia jauh lagi mulia dari aku yang poyo kerja dalam aircond pakai cantik-cantik ni tapi SOLAT PUN JARANG-JARANG diawal waktu.  Allahuakbar aku sangat nak turun jumpa pakcik tu nak ucap terima kasih sebab jaga kawasan berhampiran rumah aku - jaga putrajaya yang aku sukai ini, dan mungkin doa orang-orang macam pakcik tu yang buat negara kita ini masih selamat dan dilindungi Allah dari segala mala petaka.

Nak harapkan orang kita?  Kehidupan yang terlalu selesa menyebabkan kita selalu lalai untuk bersyukur kepda PENCIPTA kita ... We always have not enuff and ASK FOR MORE. 

why we always love the gift but not the GIVER.

Huhuhu ... hati terasa begitu sayu sehingga tak dapat meneruskan penulisan ....

Jika penulisan ini tiada sambungannya selepas ini ... i just wanna thanx everyone for all your kindness dari aku kecil sampai aku besar ni sampai akhir hayat aku ... maafkan aku sebab banyak yang aku tak sempat nak ucapkan terima kasih secara terus atas sebab-sebab yang hanya Allah yang tahu.  Tapi ketahuilah anda semua amat saya hargai dan insya Allah saya doakan kalian.  Please keep me in your doa too.

Terima kasih mama abah adik beradik anak-anak buah-buahan saudara mara guru-guru rakan bosses, maid, tukang pengasasuh masa kecik, cleaner kat rumah, cleaner kat office, cleaner kat semua kawasan yang aku dah jejaki dengan nyaman, pakcik bawak teksi, pekerja di pasar dan pasaraya etc ... anda amat significant dalam kehidupan saya. Dan anda juga - yang bangun pada pukul 8.00 pagi 10 tahun yang lalu ketika saya menghadiri temuduga - saya ter teks anda satu soalan bertanyakan jawapan - hanya anda yang menjawabnya ... Dengan asbab anda menjawab soalan saya - saya dapat pekerjaan saya hari ini dengan izin Allah.  Dengan asbab adanya anda (selain mama abah dan orang-orang lain) menjadikan saya berada di sini pada hari ini.  Ketahuilah anda sentiasa dalam doa saya - walau anda mungkin dah tak ingat pun kisah ini.  Dan sehingga hari ini saya tak pernah belanja anda pun.  Terima kasih semua ... saya sayang kalian semua.  Moga Allah menyayangi kita semua dan memberkati hidup kita dunia dan akhirat.

Maafkan saya atas semua salah silap saya.  Doakan saya pulang bertemu Pencipta dalam husnul khatimah dan iman yang sempurna.

Semoga kita dapat jumpa lagi di syurga nanti.  Please look for me in jannah. Insya Allah.

@loves_nhhas